Ring#13

17 12 2009

“Ring berapa ?”

“13.”

“Yang satu lagi ring berapa ?”

“Cuma mau bikin satu aja.”

“Loh, cincin kawin kok cuma satu ?”

“Iya, om. Cincinnya ilang satu, mau bikin lagi.”

“Oh, gitu. Istrinya ceroboh sekali ya……”

“Yang ilang punya saya kok om……”

“Loh, kok 13 ? Jarimu kecil amat.”

“Iya, om. Emang kecil, biar gampang buat ngupil.”

Hi hi hi……ini kali kedua aku bikin cincin kawin. Cincin yang asli hilang, lepas di laut saat snorkeling di Gili Trawangan dalam rangka honeymoon. Jadi…officially cincin itu hanya berumur 9 hari. Memang bodoh……Kenapa harus snorkeling pake cincin ya? Waktu itu mau ngetes reaksi emas putih sama air laut kali ya?

Saking sibuk dan malasnya, baru sempat minggu ini bikin cincin lagi. Dan mungkin sedikit terpaksa karena sudah menjelang Natal. Pikir – pikir, nanti kalo kumpul keluarga pasti ditanyain kalau gak pakai cincin. Setelah jadi cincinnya mau minta diberkati lagi sama Romo yang menikahkan dulu, supaya umurnya lebih awet……se-awet pernikahannya, amin.

“Mas……mas……pinjem jarinya sebentar dong buat ngupil, jariku gendut – gendut……susah masuknya…”

“Maksud om……!!??! Nih, saya pinjemin jari kaki aja, mau ndak ?”





Secuil Tanda Tanya Kepada HIV +

7 12 2009

(Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pengidap HIV +)

Dalam rangka hari AIDS sedunia, beberapa TV lokal menayangkan talkshow dengan nara sumber pengidap HIV +. Salah satunya adalah gadis muda berambut lurus, berkacamata, kelahiran tahun 1984. Kebetulan saat itu saya sedang makan, jadi tidak ingat betul konteks pembicaraannya. Hanya ada beberapa statement yang tertangkap oleh otak saya, dan membuahkan dilema dalam pikiran saya. Berikut statement – statement tersebut:

1. AIDS bukanlah penyakit moral.

Saya bisa mengerti statement ini bila seseorang mengidap HIV + dari ibunya atau dari transfusi darah. Tetapi saat saya tahu bahwa gadis tersebut terinfeksi HIV akibat perilaku seks bebas dan kecanduan narkoba, saya jadi sedikit miris dengan statementnya tersebut. Sebagian besar penularan HIV justru dari perbuatan amoral tersebut. Mungkin akan lebih tepat jika dia bilang begini: “Pengidap HIV + tidak perlu lagi dihakimi secara moral, karena mereka tentu sudah sangat menyesali akibat dari perbuatannya tersebut.” Memang tidak semua penyakit AIDS bermula dari perbuatan amoral, tetapi bagi yang mengidapnya karena perbuatan amoral mestinya tidak perlu malu menyatakan penyesalannya.

2. Pengidap HIV + butuh perhatian dan kepedulian.

Memang benar, menanggung beban sebagai pengidap HIV + tentu membutuhkan support yg luar biasa besarnya. Kembali lagi kepada gadis muda ini dengan latar belakang perilaku seks bebas dan pecandu narkoba. Saya jadi bertanya – tanya, waktu itu tidak adakah seorang pun yang mengingatkan dirinya betapa berbahayanya perilaku tersebut? Waktu itu, bukankah dia tidak peduli pada dirinya sendiri dan bahwa dia dengan sadar telah membahayakan dirinya sendiri dengan perilaku tersebut?
Itu hanya pertanyaan kontemplatif saja, mengingat dia menuntut orang lain untuk peduli. Tapi saya salut kalau dia berani jadi ‘bad example’ untuk mengingatkan anak – anak muda yang belum terinfeksi untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

3. Pengidap HIV + masih bisa bekerja seperti orang normal, jangan ada diskriminasi.

Saya langsung membayangkan diri saya sebagai kepala HRD sebuah perusahaan. Lalu saya mempekerjakan seorang HIV+. Lalu suasana kantor jadi tidak kondusif. Pekerja yang lain menjadi resah oleh kehadiran pekerja HIV + tersebut. Lalu apa yang harus saya lakukan? Untuk membuat orang lain menerima pekerja HIV + tersebut seperti saya menerimanya, tentu bukan perkara yang mudah, belum lagi kalo sampai berujung mogok kerja. Saya lalu berpikir bahwa masalah diskriminasi ini jadi tidak sesederhana yang saya bayangkan.

Secuil tanda tanya ini muncul, menjadi PR buat saya, untuk lebih memahami posisi pengidap HIV + dalam masyarakat.

‘mmyb’





Whatever…Woman…(updated)

4 12 2009

“Whatever you give to a woman, she’ll make it greater. God has created them like that, it’s their nature.”

My lips were forming a curved line of smile, when I read the quote above. These are what across my mind after I finish reading it :

- If you give a start of small issue to a woman, then she will finish it by life crisis, full of tears.

- If you give shopping right to a woman, then she will close a massive purchasing deal.

- If you give a tinny credit card to a woman, then she will swipe a huge debt in your account.

- If you ask a little help to a woman, then she will consider it as if it’s a big sacrifice to do.

- If you give a compliment to a woman, then she will feel that she deserves a reward.

- If you give a small complaint to a woman, then she will give you back a bigger one in return.

- If you give your understanding to a woman, then she will think she is free to do anything she wants.

- If you ask for having sex to a woman, then she will convince you that you are a sex maniac.

- If you refuse for having sex to a woman, then she will tell everyone that you are gay.

- If you give three milligram of sperm to a woman, then she will multiply into three kilograms baby out of it.

May be the list will grow, I will update it later. Hey all men, help me out with this, he he he he….
No offense women, it’s just the way you are !

*******

Just a few seconds I posted my writting above, a mad female friend sent me the original quote. Here it is, along with my nasty comment :

Whatever you give a woman, she will make greater. (Note: whatever. So it can be something positive or negative, right?)

If you give her sperm, she’ll give you a baby.
(Agree. I have mentioned it before)

If you give her a house, she’ll give you a home.
(And if you don’t, she’ll give you hell)

If you give her groceries, she’ll give you a meal.
(The meal comes from the nearest fast food restaurant, and the groceries stay in the fridge, how many young woman can cook nowadays)

If you give her a smile, she’ll give you her heart.
(Does it mean that she only gives her heart to you? Imagine how many smile she receives and how many heart she gives away, easily)

She multiplies and enlarges what is given to her.
(Yes, that is the big idea, allright)

So, if you give her any crap, be ready to receive a ton of shit! (Don’t worry guys, when you get married you will get used to it, even you will receive ton of shit without any reason at all!)

Again….no offense, and don’t get me wrong.
I don’t hate women, in fact I love them. I love my mom. But I do hate this kind of quote. So, I mock the quote, not women.

Why?
Because I believe man and woman in equal partnership. Should we fight to find which gender is better than the other one? Why do we need to feel more special than the other? We are all special. We share life. Let us live hand in hand.

I believe the quote is only a joke, so I try to make fun of it. He he he…

I love you, women…
Peace !

‘mmyb’





Finding Bella

3 12 2009

Demam Twilight melanda…lagi, Twilight Saga: New Moon telah diputar di bioskop – bioskop Indonesia. Edward, tokoh utama pria dalam cerita ini digilai – gilai oleh cewek – cewek di Indonesia. Kemisteriusan karakter Edward plus kegantengan Robert Pattinson, aktor pemerannya, ternyata adalah paduan yang sempurna untuk menjadi idola para wanita.

Sudahlah, Edward memang jatahnya para wanita. Karena saya laki – laki tentu tidak mengidolakan Edward. Kalau iya, bisa – bisa nanti jadi cerita Brokeback Mountain…..he he he he.

Sudah secara alami bagi saya untuk mengidolakan Bella, tokoh utama wanita di cerita ini. Dan inilah alasan saya untuk memimpikan Bella bagi hidup saya :

- Orangnya keras kepala, tetapi punya prinsip, bukan asal ‘ngeyel’. Tidak gampang terpengaruh sama omongan orang, bahkan tidak peduli sama omongan orang. Tipe penyendiri. Saya cenderung suka orang yang introvert, karena seperti puzzle yg menunggu untuk diselesaikan.

- Gak suka shopping. Bella bukan tipe rata – rata cewek yang suka belanja. Lebih suka alam liar, dibanding hutan beton dengan daun – daun etalase kaca.

- Cuek, tampil apa adanya. Seperti memiliki dunianya sendiri, standardnya sendiri. Lihat truk yang dikendarainya, one of a kind, unique !

- Nyali nya besar. Bisa nonton film action extreme tanpa muntah – muntah. Berani naik motor trail, dan menantang maut dengan cliff jumping.

- Memiliki totalitas untuk mencintai seseorang. Cintanya sangat sempurna di mata saya. Meruntuhkan tembok ego memang bukan perkara yang mudah. Namun bila itu yang diperlukan, dia siap melakukan pilihan itu. Rela mengorbankan ‘hidup normalnya’ untuk bisa bersama orang yang disayanginya. Whatever it takes…

Tapi tentunya akan sangat sulit menemukan wanita seperti Bella, karena Bella sekedar karakter rekaan. Tetapi saya sangat menikmati saat menyelami karakter Bella ini, sambil berharap menemukannya di dunia nyata.

‘mmyb’
gara-gara nonton ‘New Moon’





2000 click, The 2nd Milestone

25 11 2009

Akhirnya tiba di milestone yang kedua. Melihat catatan statistik yang memunculkan angka 2000, sungguh melegakan. Membayangkan ada 2000 tangan – tangan mungil menggenggam mouse, dengan jari – jari lincah menekan klik kanan menyusuri blog ini. Tangan – tangan inilah yang menemani sepanjang blog ini didirikan.

Terima kasih buat semuanya, baik yang setia mengikuti perkembangan blog ini, atau yang terpaksa membuka blog ini karena ‘ancaman’ promo clicker get clicker. Masih berharap masuknya komen – komen dengan alamat blog masing – masing supaya bisa saling mengunjungi.

Once again, thank you…





Diary Seorang Katekismus

15 11 2009

(Mengkritisi sistem katekisasi di salah satu gereja Katolik di Jakarta Selatan)

Peserta katekisasi kali ini benar-benar beragam. Ada yang agama asalnya Islam, Budha, Kong Hu Cu dan Kristen. Tiga yang pertama bak ember kosong, aku bisa mengisinya dengan leluasa. Tapi yang terakhir ini….seperti ember penuh, aku harus mengosongkannya dulu untuk bisa mengisinya dengan keyakinanku. Untuk itu aku harus kerja ekstra keras. Sepertinya dia tipe orang yang suka mempertanyakan segala sesuatu, dosa asal atas ketidaktaatan yang bermula dari si keparat Luther.

Pernah suatu kali aku dipermalukannya, waktu aku menceritakan saat Abraham menang bergulat dengan malaikat Tuhan. Dengan seenaknya dia memotong,

“Bagian mana dari Alkitab yang menceritakan itu? Bukan Abraham, tapi Yakub yang menang bergulat dengan malaikat Tuhan dan berganti nama menjadi Israel.”

Mana aku ingat semua nama dalam Alkitab ! Abraham atau Yakub sama saja buatku. Aku lebih tahu cerita mitos santo dan santa ketimbang tokoh – tokoh Alkitab.

Pada suatu pertemuan aku membahas santo dan santa, sesuatu yang aku yakin tidak dia kuasai. Aku balas dia dengan pertanyaan,
“Di agamamu gak ada santo dan santa kan?”

Aku tersenyum, aku yakin dia tidak akan menjawab.

“Ada. Kalo santa memang tidak ada, tapi kami punya seorang santo.”

Aku terkejut dengan jawabannya.

“Santo siapa?”

“Santo..so, ya, Santoso nama pendeta di gereja saya dulu.”

Dan semua tertawa.

Oh, Bunda Maria berikan kesabaran padaku untuk menghadapi pemberontak yang satu ini. Ya, roh kudus bimbinglah mulutku ini. Lain kali aku akan hati – hati berkata.

Pernah aku bercerita tentang wujud – wujud roh kudus berupa api, burung merpati dan hembusan angin. Saat aku sedang bercerita tentang wujud roh kudus yang terakhir, yaitu saat Yesus mencurahkan roh kudus kepada murid – muridnya dengan cara menghembuskan angin, dengan kurang ajarnya dia berkomentar,
“Wah, pasti anginnya bau ikan goreng, Yesus kan suka makan ikan goreng, pasti mulutnya bau ikan goreng.”

Aku tahu aku salah, roh kudus memang tidak pernah dicurahkan Yesus dalam bentuk hembusan angin, tapi kenapa dia tidak taat pada ceritaku saja, detil kecil seperti ini tidak perlu diributkan atau dipertanyakan.

Pada suatu kali aku bertanya,
“Apa yang akan kalian lakukan untuk menunjukan iman kalian ?”

Muridku yang paling pintar menjawab,
“Ikut perayaan Ekaristi tiap minggu.”

Muridku yang paling taat menjawab,
“Membuat tanda salib jika berdoa.”

Tapi si pemberontak itu menjawab,
“Mengasihi sesama….”

Dasar reformis! Kenapa tidak kau jawab saja dengan salah satu tradisi suci yang sudah kuajarkan kepadamu. Kasihmu kepada sesama bukan cara yang atraktif dan efektif untuk menambah umat.

Aku memutuskan akan kembali mengajar di Bina Iman Anak saja. Setidaknya anak-anak lebih nurut dan lucu, dibanding jebolan – jebolan reformis, yang selalu ada setidaknya satu orang di setiap angkatan, hanya untuk mengawini salah satu dari umat gereja ini. Walaupun anak – anak sering rewel dan nakal, setidaknya mereka tidak akan mempermalukan aku atas keterbatasan pengetahuan Alkitabku.

Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

Terinspirasi oleh ‘Als Ik een Jezuiet Was’.

function fbs_click()
{
u=location.href;
t=document.title;
window.open(’http://www.facebook.com/sharer.php?u=’+encodeURIComponent(u)+’&t=’+encodeURIComponent(t),’sharer’,’toolbar=0,status=0,width=626,height=436′);return false;
}





Mengusir Bekas Pacar dari Pasangan Anda

14 11 2009

Pada suatu ketika anda mungkin akan berpacaran dengan seseorang dan anda bisa jadi bukan pacar pertama pasangan anda. Dengan demikian keberadaan bekas pacar pasangan anda bisa mengganggu hubungan anda atau tidak. Di saat sudah terasa terganggu tentu anda tak mau tinggal diam. Apalagi bila bekas pacar pasangan anda main kucing – kucingan dengan anda, dan mencoba kontak dengan pasangan anda di belakang anda atau dia masih merasa sebagai figure penting buat pasangan anda.

Fiuuh….saya pusing dengan paragraf diatas karena terlalu banyak kata anda, tapi semoga anda tidak. Namun tentunya anda lebih pusing saat mengalami peristiwa yang saya gambarkan di atas.

Saya pernah mengalaminya. Baik sebagai mantan pacar yang masih merasa sok penting dan sebagai cowok yang terganggu oleh mantan dari pasangannya.

Sebagai orang yang sok penting terhadap mantan pacar, saya menyadari bahwa perasaan itu tidak penting dan tidak ada gunanya. Pada akhirnya masing – masing sibuk meneruskan hidup.

Sebagai orang yang terganggu karena bekas pacar pasangan masih merasa penting dan suka nongol gak jelas, tentu saya harus melakukan sesuatu. Tapi kali ini saya mau melakukan sesuatu dengan elegan. Saya menghindari percakapan langsung, supaya emosi tidak langsung terlibat. Maka saya memilih jalan aman, dengan sms. Berikut catatan sms berbalasan itu, beserta analisa saya:

(Saya)
Gw mo minta tolong lo, sbg sesama orang dewasa, jangan YM in cewek gw lg deh, soalnya ganggu bgt. Kalo boleh gw saranin, mending lo fokus aja ke masa depan lo ama cewek lo sekarang. Thanks atas pengertian lo.

Analisa:
Saya mencoba menggugah rasa kedewasaannya, lalu mengajukan permintaan. Lalu mengajukan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya dari pasangan saya.

(Bekas pacarnya)
Jiiaaah siap bro!,hapus aja ym gw skalian..gw cm mu tmenan aj salah ap??Ym an ma mantan gw yg laen gpp tuh ma cowoknya,demi tuhan gw ga ada mksd apa2,yauda klo emang gt gw ga ganggu kalian lg..gw jg da mu merit n mu undang cewek lo tp jd salah kyknya,thx.

Analisa:
Gaya bahasanya seperti ABG. Tetapi memang bahasa menunjukan kepribadiannya. Dia mencoba mengeksplorasi perasaan bersalah saya dengan ‘apa salahnya jadi teman’ dan bawa – bawa nama Tuhan bahwa dia punya niat baik, serta bumbu – bumbu undangan pernikahan.

(Saya)
Tenang bro, ym lo udah lama dihapus kok. Gw yakin temen lo banyak, gak cuma cewek gw, jadi ga usah kuatir ilang satu doang. Congrats deh kalo udah mo married. Kalo mo kasih undangan kirim aja lewat pos. Thanks.

Analisa:
Saya mencoba mengatur irama dengan kata tenang. Saya kasih tahu kalo usulannya bukan sesuatu yang baru. Saya sentil sedikit harga dirinya dengan keyakinan saya bahwa pasti dia punya banyak teman selain pasangan saya, jadi ga ada masalah kalo dia cuma kehilangan satu saja. Ini sebagai counter atas pernyataan ‘apa salahnya berteman’, saya balik jadi ‘ada masalah apa kalau gak berteman?’. Gak ada masalah, jadi ga perlu ribet maksa berteman.

(Bekas pacarnya)
Sip bro..kyknya berkah bgt buat lo dpt dia smpe sgitu ketakutannya bgt ma gw yg ga mgkn bs dkt walaupun cm tmen aja,jaga baik2lah dia..kyknya gw cancel aja tuk undang kalian,uda ga perlu jg.

Analisa:
Kali ini dia mulai menghangatkan psi-war. Dia menyerang ego saya dengan menyatakan saya ketakutan, dan menempatkan dia pada sisi superior dan saya sebagai inferiornya, plus ancaman pembatalan undangan.

(Saya)
Ok, bro. Tugas gw sbg cowoknya buat jagain dia. Thanks udah diingetin. Ketakutan sih enggak bro, cuma kebetulan gw agak risih kalo cewek gw msh bergaul ma temen2nya yang suka dugem dan nge-drugs. Jadi bukan cuma sama lo aja. Soal undangan terserah lo aja, lo yg punya gawe. Thanks.

Analisa:
Kalimat 1 – 3, saya pakai untuk menunjukan bahwa emosi saya masih stabil. Kemudian saya melakukan counter atas tudingan dia bahwa saya ketakutan dengan mengeksplorasi aib dirinya. Saya juga menunjukan bahwa dia bukan target tunggal, supaya dia tidak besar kepala. Dan soal undangan saya benar-benar tidak peduli.

(Bekas pacarnya)
Gud..cowok yg baik,uda 5 thn gw sama dia..skrg giliran lo,tenang aja dia uda ga akan neko2 kok bro..gw da sgt tau dia.

Analisa:
Dia mulai tahu bahwa saya menguasai data tentang diri dan aibnya, dia tidak melakukan counter atas hal itu. Dia mulai mengalihkan fokus pada keunggulan dia dibanding saya, yaitu durasi hubungan dan klaim bahwa dia lebih mengenal pasangan saya ketimbang saya sendiri. Sebenarnya ini adalah teknik yang sangat ‘old school’ bagi seorang mantan pacar untuk terlihat superior terhadap pacar baru mantannya. Piece of cake!

(Saya)
Thanks atas dukungannya. Walaupun gw ama dia blm selama lo, tapi gw liat secara pribadi dia udah berubah jauh lebih baik dari sebelum2nya. Good luck with your life. Wish U all the best.

Analisa:
Saya masih ingin menunjukan kestabilan emosi saya pada kalimat pertama. Kemudian saya balik keunggulan yang dia miliki menjadi tidak ada nilainya. Apa yang saya hasilkan dalam waktu yang lebih singkat lebih punya makna dibanding hitung-hitungan waktu yang dia miliki, lalu saya segel dengan ‘good wishes’, supaya dia pergi dan mengurusi urusannya sendiri.

(Bekas pacarnya)
Wah bgs d klo gt,..tq,u2 bro

Analisa:
Ini hanya basa basi saja. Dia sudah gak bisa bilang apa- apa lagi.

*****

Overall, saya puas dengan arah komunikasi ini. Dari awal sampai akhir saya memegang kendali dan keinginan saya supaya dia menyingkir telah tercapai. Sindiran – sindiran yang saya lemparkan dapat mengenai target. Bila ternyata kesimpulan saya ini salah, saya hanya bisa bilang: ‘mungkin otaknya sudah jadi bebal, akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat-obat psikotropika’. Hmmm….

Diceritakan oleh:
Irwan Kamarga

Ditulis ulang oleh:
‘mulutmanisyangberbisa’

icon_link








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.