Layaknya pakaian dalam, agama bagusnya dipakai di dalam (di hati). Kalo dipakai diluar nanti jadi superhero (pemuka agama). Sama seperti superhero yang gak bisa kalah, kalo pemuka agama ga bisa merasa salah.
Pakaian dalam membungkus bagian vital supaya hari – hari kita nyaman. Agama juga melindungi bagian vital supaya hidup kita tenteram. Jadi kalo pakaian dalamnya gak nyaman, mungkin ukurannya kurang pas (pemahaman agamanya kurang pas), atau gak cocok dgn pakaian dalam itu. Ganti aja kali…
Sebagaimana agama memerlukan iman, pakaian dalam juga. Kita cukup percaya bahwa pakaian dalam membuat kita nyaman, membentuk badan kita lebih bagus, atau lebih seksi. Sepertinya lucu juga kalo kita menuntut pembuktian logis,
lalu mengambil sample, membagikan foto kita berpakaian dalam, untuk dihitung secara statistik pendapat mereka, sebagai pembenaran iman kita secara ilmiah.
Semakin menerawang pakaian dalam, kita semakin kelihatan telanjang. Artinya semakin kita melihat diri sendiri melalui agama, kita semakin kelihatan berdosa.
Tapi kita kan gak pernah suka menerawang ke pakaian dalam kita sendiri, ya to? Lebih asyik menerawang pakaian dalam orang lain, he he he…
Komentar