Masalah Ignorant dan Bekas Pacar

1 12 2008

Dapat suntikan comment dari Aris Widayati, bikin semangat untuk posting lagi. Cuma otak lagi suntuk, mikirin kerjaan di kantor. Makanya, siang ini aku berkunjung ke tempat tinggal seorang wanita, untuk refreshing dan tebar pesona. Hidup di kota yang sama, dan terlibat kontak secara tidak sengaja.  Dia adalah bagian dari cerita masa lalu dosen gila. Bahasa gampangnya wanita ini bekas pacarnya dosen gila. Fotonya sengaja aku pajang disini, biar dosen gila tambah cemburu, he he he he…

Mantannya dosen gila

Mantannya dosen gila

Dengan suguhan satu bungkus potato stick plus segelas air putih (standard anak kost), perbincangan mulai mengalir. Sekedar canda haha – hihi, ngobrol fotografi, sampai membahas mafia wars, aplikasi game di facebook. Kali ini cukup spesial, karena aku diundang masuk ke kamarnya…..yuhuuu…. Liat kasur malah jadi ngantuk, lama – lama badan aku rebahkan di kasurnya yang harum.

Sambil rebahan aku amati wajahnya. Wah, jadi ingat lagi sama dosen gila. Wanita ini aku beri label, bekas pacarnya dosen gila. Label ini memang agak susah dihilangkan.

Kalo ngomongin dosen gila, jadi ingat satu kata yang saat ini rajin menghiasi blognya yaitu ignorant. Terjemahan bebas ke bahasa Indonesia sih artinya dungu / bebal. Tapi mungkin yang dimaksud dia adalah ketidakpedulian / pengabaian. Kata ini memang lebih dashyat dan berbahaya ketimbang benci.

Benci dan cinta bisa dianggap berlawan, bila dilihat secara mikro, namun bila di ‘zoom out’ dan dilihat pada skala makro, kita membenci atau mencinta sesuatu, adalah bentuk respon terhadap obyeknya. Jadi masih ada keterikatan rasa (suka / gak suka) terhadap obyeknya, masih ada korelasinya.  Benci dan cinta masih pada satu kutub besar yang sama, yaitu merespon. Di sini eksistensi obyek masih diakui. Nah, lawan dari merespon adalah gak merespon a.k.a ‘ignorant’. Benar – benar gak ada rasa yang dilekatkan terhadap obyeknya. Gak benci, tapi juga gak cinta, bisa juga disebut gak peduli. Ignorant adalah titik dimana eksistensi obyek gak diakui atau dianggap gak ada.

Wah…tambah pusing kayaknya….

Sudahlah, aku mau menikmati waktu ku bersama wanita ini, yang notabene sudah dibandroli cap ‘ignorant’ sama dosen gila, secara mantan pacarnya. Kriuk….kriuk….lanjut makan potato sticknya…ha ha ha…

FACEBOOK Share


Actions

Information

6 responses

2 12 2008
Enade

Haiyahhh …. apakah ini hukum tabur tuai … ?

Benar-benar mulutmanisyangberbisa ….

~meringkuk di kolong kasur …

2 12 2008
miaw

heeemmm…..somewhere in between…..
n where am i ????

jadii…apa maksudnya iniiii????

2 12 2008
Secangkir Benedictine Liquer dan kisah-kisah di bulan November … « Laan van Kronenburg

[…] si mulutmanisyangberbisa memanfaatkan skill barunya itu untuk nyepet DosenGila habis-habisan di postingannya ini. Postingan di blognya yang menampilkan gambar pertama […]

3 12 2008
Aris Widayati

Kerjaan jangan dipikirin akan bikin suntuk….kerjakan aja and…done!!
“Ignorant adalah titik dimana eksistensi obyek gak diakui atau dianggap gak ada.” Seperti gambaran yang aku temui ketika baca buku ” A child called “it” ” iihhh sereeem.
Bener asik kok numpang baca disini (ini bukan mulutmanisyangberbisa, bukan pula kritik yang tidak jujur, namun hanya sebuah upaya untuk “ngompori”).

3 12 2008
mulutmanisyangberbisa

@dosen gila
ditunggu balasan sepet nya

@miaw
yes, you are somewhere between me and him, but closer to me…hihihi

@aris widayati
atau mending nama blognya diganti “kompor meleduk” aja ya bu ?

15 12 2008
Johan Firdaus

Wuih kok lihat kasur jadi ngantuk pak bukan jadi ngeres?

Wekkekekek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: